Trenggalek adalah sebuah kabupaten yang terletak di bagian barat daya Jawa Timur yang berbatasan dengan kabupaten Tulungagung di sebelah timur dan Ponorogo-Pacitan di bagian barat. Bagian utara Trenggalek adalah pegunungan Wilis yang berbatasan dengan wilayah Nganjuk, sedangkan samudra Hindia membatasi Trenggalek di bagian selatan.
Dengan keadaan geografis yang bergunung-gunung Trenggalek sangat berpotensi untuk berkembangnya olahraga sepeda gunung (MTB), yang mana MTB sendiri mempunyai beberapa macam disiplin.
Pada awalnya MTB di Trenggalek telah mulai muncul pada awal tahun 2000 dengan berdirinya sebuah club yang beranggotakan beberapa dokter dan para pegawai RSUD Dr. Soedomo Trenggalek. SOEDOMO HOSPITAL CYCLING CLUB (SHCC) klub ini populer disebut. Menyusul berdirinya SHCC, beberapa tahun kemudian (200-2003) muncul club baru yang beranggotakan anak-anak muda yang sebagian besar berdomisili di daerah Kelutan. PHYT CYCLING CLUB namanya. Pada awalnya club ini sangat aktif mengikuti event-event mtb tour, latihan bersama maupun acara fun bike. Namun sayang tidak ada kelanjutan eksistensi mereka sekarang ini. Pada masa itu pula berdiri TMCC yang bermarkas di daerah Sumbergedong, di seputaran pasar PON. Eksistensi mereka juga sangat bagus, meskipun sekarang hanya tinggal beberapa anggota yang aktif.
Awal tahun 2006, tepatnya 11 Maret 2006 sebuah komunitas penggemar sepeda gunung yang beranggotakan para muda muncul. Pada sebuah acara tumpengan yang dihadiri beberapa anggota klub lain ini mereka meresmikan nama Mountain Bike Rider Community (MRC) sebagai identitasnya. Dalam perkembangannya MRC yang beranggotakan pemuda-pemuda kreatif ini tidak hanya eksis dalam event-event santai. Mereka mulai merintis untuk mengikuti event yang lebih serius. Batu Downhill Championship 2008 seri I menjadi event pertama mereka. Dalam event ini MRC mengirimkan 4 orang atlitnya yang turun di kelas junior, master A dan hardtail open dengan hasil yang tidak mengecewakan. Mereka juga merintis pembuatan trek downhill di bukit seputaran daerah Watu Jago Srabah-Bendungan yang hanya berjarak 4km arah utara kota. Trek ini mereka jadikan sarana latihan mereka, dan diharapkan juga dimanfaatkan bagi penggemar dari club-club lain.
Belakangan ini Trenggalek juga diwarnai dengan munculnya club-club baru. Ada Bendo Cycling Club (BCC), Trenggalek Cycling Club (TCC) dan Jwalita Cycling Club (JCC). Klub-klub baru ini kini semakin mewarnai indahnya dunia MTB trenggalek.
Dengan keadaan geografis yang bergunung-gunung Trenggalek sangat berpotensi untuk berkembangnya olahraga sepeda gunung (MTB), yang mana MTB sendiri mempunyai beberapa macam disiplin.
Pada awalnya MTB di Trenggalek telah mulai muncul pada awal tahun 2000 dengan berdirinya sebuah club yang beranggotakan beberapa dokter dan para pegawai RSUD Dr. Soedomo Trenggalek. SOEDOMO HOSPITAL CYCLING CLUB (SHCC) klub ini populer disebut. Menyusul berdirinya SHCC, beberapa tahun kemudian (200-2003) muncul club baru yang beranggotakan anak-anak muda yang sebagian besar berdomisili di daerah Kelutan. PHYT CYCLING CLUB namanya. Pada awalnya club ini sangat aktif mengikuti event-event mtb tour, latihan bersama maupun acara fun bike. Namun sayang tidak ada kelanjutan eksistensi mereka sekarang ini. Pada masa itu pula berdiri TMCC yang bermarkas di daerah Sumbergedong, di seputaran pasar PON. Eksistensi mereka juga sangat bagus, meskipun sekarang hanya tinggal beberapa anggota yang aktif.
Awal tahun 2006, tepatnya 11 Maret 2006 sebuah komunitas penggemar sepeda gunung yang beranggotakan para muda muncul. Pada sebuah acara tumpengan yang dihadiri beberapa anggota klub lain ini mereka meresmikan nama Mountain Bike Rider Community (MRC) sebagai identitasnya. Dalam perkembangannya MRC yang beranggotakan pemuda-pemuda kreatif ini tidak hanya eksis dalam event-event santai. Mereka mulai merintis untuk mengikuti event yang lebih serius. Batu Downhill Championship 2008 seri I menjadi event pertama mereka. Dalam event ini MRC mengirimkan 4 orang atlitnya yang turun di kelas junior, master A dan hardtail open dengan hasil yang tidak mengecewakan. Mereka juga merintis pembuatan trek downhill di bukit seputaran daerah Watu Jago Srabah-Bendungan yang hanya berjarak 4km arah utara kota. Trek ini mereka jadikan sarana latihan mereka, dan diharapkan juga dimanfaatkan bagi penggemar dari club-club lain.
Belakangan ini Trenggalek juga diwarnai dengan munculnya club-club baru. Ada Bendo Cycling Club (BCC), Trenggalek Cycling Club (TCC) dan Jwalita Cycling Club (JCC). Klub-klub baru ini kini semakin mewarnai indahnya dunia MTB trenggalek.
1 komentar:
Mas lek sepedahan neng timahan. Panoramane apik http://masriant.co.cc
Posting Komentar